Technologies
|
July 20, 2026

Sering Hilang Sinyal & Patah-Patah? Ini Alasan Teknis Kenapa Chipset Unisoc Sering Dihindari

Pernahkah kamu lagi asyik mabar game kompetitif atau lagi scrolling media sosial, tiba-tiba ping melonjak jadi merah, atau bar sinyal di pojok kanan atas HP-mu mendadak sisa satu? Padahal, teman di sebelahmu yang pakai operator sama anteng-anteng saja berselancar di internet.

Kalau itu sering kamu alami, coba cek pengaturan HP-mu. Jangan-jangan, mesin yang mengotaki HP kamu adalah Unisoc.

Unisoc (yang dulu bernama Spreadtrum) memang mendominasi pasar HP kelas pemula (entry-level). Harganya yang murah membuat para produsen HP bisa menjual perangkat dengan spesifikasi terlihat “wah” di atas kertas tapi tetap ramah di kantong. Namun, hukum alam teknologi tidak bisa bohong: ada harga, ada rupa.

Di balik harganya yang ekonomis, ada dua kelemahan fatal tersembunyi dari Unisoc yang sering dikeluhkan penggunanya: kemampuan menangkap sinyal/GPS yang lemah dan performa GPU yang loyo. Mengapa bisa begitu? Mari kita bongkar jeroannya secara mendalam.

1. Masalah Utama: Arsitektur Modem Baseband & GPS yang “Ketinggalan Kelas”

Chipset di dalam HP bukan cuma soal CPU untuk memproses aplikasi, tapi juga soal Modem Baseband—komponent kecil yang bertugas mencari, menangkap, dan mempertahankan sinyal seluler dari tower operator (BTS) serta satelit GPS. Di sinilah Unisoc sering kedodoran dibanding MediaTek atau Qualcomm.

  • Teknologi Carrier Aggregation (CA) yang Terbatas: Sederhananya, Carrier Aggregation adalah kemampuan HP untuk “menggabungkan” beberapa pita frekuensi sinyal sekaligus agar internetan lebih cepat dan stabil. Modem pada rata-rata chipset Unisoc (seperti seri Tiger T606 atau T612) memiliki dukungan CA yang sangat terbatas. Akibatnya, saat kamu berada di area minim sinyal atau di dalam gedung, HP Unisoc kesulitan berpindah atau menggabungkan frekuensi cadangan.
  • Algoritma Pencarian Sinyal & GPS yang Lambat: Ketika kamu bergerak (misalnya berkendara atau masuk ke area blank spot), modem HP harus bekerja keras mendeteksi tower dan satelit lokasi baru. Firmware modem Unisoc cenderung lebih lambat merespons perubahan posisi ini. Efeknya? Sinyal HP-mu telat naik kembali dan lock lokasi GPS sering kali meleset atau delay.
  • Manajemen Daya Antena (RF Management): Untuk menjaga daya baterai agar tidak cepat boros, alokasi daya ke modul penerima sinyal (Radio Frequency) pada chipset Unisoc sering kali dibatasi. Ketika daya tangkap antena dikurangi, kemampuan sinyal menembus hambatan fisik seperti tembok beton atau gedung tinggi menurun drastis.

2. GPU Mali Versi “Hemat”: Alasan Kenapa Game Kamu Sering Patah-Patah

Bukan cuma bikin emosi karena sinyal timbul-tenggelam, Unisoc juga sering dicap kurang ramah untuk para gamer. Alasan utamanya ada pada sektor grafis atau GPU (Graphics Processing Unit).

Komponen

Unisoc (Kelas Entry)

Kompetitor (Helio / Snapdragon)

Pilihan GPU

ARM Mali-G52 / G57 (Seri MP1 atau MP2)

Mali-G52/G57 (Seri MP4) / Qualcomm Adreno

Jumlah Core

1 hingga 2 inti saja (Single/Dual Core)

3 hingga 4 inti, atau arsitektur khusus

Apa arti kode MP1 / MP2? Kode “MP” (Multi-Processor) menunjukkan jumlah inti pemrosesan grafis yang aktif. Jika Unisoc menggunakan Mali-G57 MP1, artinya GPU tersebut hanya punya 1 inti kerja. Bayangkan sebuah dapur restoran yang hanya punya 1 koki untuk memasak semua pesanan grafis game yang berat—pasti antre dan lambat!

Karena jumlah core GPU-nya dipangkas habis demi menekan harga produksi, Unisoc terpaksa bekerja ekstra keras (overwork) saat merender grafis 3D. Untuk mempertahankan frame rate yang stabil di game kompetitif pada skenario ramai (crowded) saja, HP ber-chipset Unisoc sering kali mengalami frame drop atau patah-patah yang parah.

Kesimpulan: Apakah Unisoc Sama Sekali Tidak Layak Dibeli?

Jawabannya: Tergantung kebutuhanmu.

Unisoc tidak sepenuhnya buruk. Chipset ini adalah pahlawan bagi industri HP murah. Tanpa adanya Unisoc, mungkin kita tidak akan melihat HP harga 1 jutaan kecil yang sudah punya layar mulus (high refresh rate) atau memori internal besar.

  • Layak dibeli jika: Penggunaan HP kamu hanya sebatas kebutuhan kasual, seperti berkirim pesan WhatsApp, menonton video streaming, media sosial harian, atau dijadikan HP cadangan.
  • Wajib dihindari jika: Kamu adalah driver online / ojek online yang pekerjaannya sangat bergantung pada akurasi GPS dan stabilitas sinyal di jalanan, atau kamu seorang gamer yang mengutamakan kelancaran performa saat mabar.

Jadi, sebelum tergiur dengan iming-iming RAM besar atau kamera boba di HP murah, selalu cek dulu apa jenis chipset yang digunakannya. Jangan sampai kamu menyesal belakangan karena HP-mu hobi “bertapa” mencari sinyal!